Tampilkan postingan dengan label Terbit di Riau Pos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terbit di Riau Pos. Tampilkan semua postingan

Jadi Anak Asrama - Milikmu Juga Milikku

Selain pondok pesantren, sekolah-sekolah di Riau kini sudah ada yang menyediakan fasilitas asrama alias boarding school. Pasti banyak cerita seru menjadi anak asrama. Pengen tahu? Simak yuk!

“Pasti seru dong, bisa belajar bareng, makan bareng, pokoknya meski jauh dari rumah nggak terasa sendiri deh,” ujar Dhya Suryati, siswi kelas XI MAN 2 Model Pekanbaru. Sekolah ini memang menyediakan asrama untuk para siswi. Tapi sekarang ini memang hanya untuk siswa putri. Asrama untuk putra baru akan dibangun bersamaan dengan pembangunan gedung baru.

“Asrama sangat diperlukan siswa rantauan. Biar orang tua juga nggak khawatir meski tinggal berjauhan,” kata Dhya lagi.

Pendapat Dhya disetujui Futhri, juga siswi MAN 2 Model. Cewek yang jago berpuisi ini menambahkan, fasilitas asrama menurutnya juga membuat para siswa belajar memupuk rasa kebersamaan, solidaritas, dan disiplin.


Super Ketat
Yup. Memang kalo tinggal di asrama, tentu dong kita juga harus ikut berbagai aturan yang super ketat. Pokoknya nggak sama dengan rumah sendiri. Misalnya, jika kita di rumah biasanya bangun jam 8 pagi, tapi tidak dengan di asrama. Biasanya kegiatan di asrama dimulai dari jam 5 subuh.

Mau keluar asrama atau jalan-jalan, harus minta izin dulu sama para pembimbing asrama. “Itu pun ada waktu-waktu tertentu juga, nggak boleh sembarangan,’’ kata seorang siswi MAN 2 Model yang mengaku pernah dihukum karena pulang lewat dari jam 18.00 WIB.

Tapi, ternyata segala aturan itu direspon positif oleh Nita Lestari. “Sejak aku masuk asrama, awalnya sih nggak tahan dengan aturan-aturan itu. Tapi lama-lama aku mulai menyadari betapa pentingnya disiplin itu,’’ katanya salah seorang siswi MAN 2 Model ini.

Rata-rata dari seluruh penghuni asrama di MAN 2 Model yang memiliki dua bangunan ini banyak yang berasal dari luar kota Pekanbaru. Setiap bulan, mereka selalu pulang ke kampung halaman. Selain itu, libur-libur hari sekolah pun mereka pulang ke rumah masing-masing.

Antre Mandi
Muhammad Rafi, salah seorang pelajar SMAN Plus Provinsi Riau juga mengaku asyik-asyik aja tinggal di asrama. Doski bilang, justru dengan tinggal di asrama, kehidupannya mulai tertata dan doski mulai dapat bersosialisasi dengan teman-teman. Selain itu, Veni Yuherliana yang juga merupakan salah seorang siswi SMAN Plus mengaku bisa hidup lebih disiplin dan mandiri.

“Tinggal di asrama tuh asyik. Kita bisa mengerjakan tugas dari guru bersama-sama dengan teman, bisa saling bantu. Kalo dikerjakan bersama, tugas sesulit apapun menjadi lebih mudah kan,” kata Hadi Mulyanto, siswa SMAN Plus. Kalo pun ada dukanya, itu saat harus antre panjang di depan kamar mandi.
“Pokoknya setiap anak asrama harus berjuang untuk tidak terjebak dalam antre panjang di depan kamar mandi,” ceritanya sambil tertawa.

Selain itu, doski juga mengaku bisa menimba sebanyak-banyaknya pengetahuan yang dimiliki teman-temannya dengan cara sharing di asrama jika ada waktu senggang. Selain Hadi Mulyanto, ternyata Windy Febriyanti, juga dapat mengambil pelajaran berharga sejak tinggal di asrama sekolah. Seperti pengalaman doski yang telah jauh-jauh datang dari Tembilahan, demi menuntut ilmu di sekolah yang memiliki tiga asrama ini, doski dapat lebih memaknai arti perjuangan dalam kehidupan.

Boarding school atau sekolah yang berasrama mampu mengajarkan berjuta pengalaman dalam kehidupan yang tidak akan pernah dirasakan oleh seluruh pelajar di dunia ini. Antara teman yang satu dengan teman yang lain harus memiliki jiwa kebersamaan untuk menghindari pertengkaran yang hanya akan merusak keindahan hidup berasrama. Mereka punya satu slogan khas anak asrama: milikmu juga milikku, yang bermaksud menghapus segala perbedaan di antara mereka.

“Selain itu, menjalani hidup di asrama, kita dapat lebih memahami betapa susahnya salah seorang teman kita yang kurang mampu dalam menjalani hidupnya. Dengan hal ini, kita akan dapat lebih berpikir bijaksana dalam memahami setiap problem yang kita miliki dan berusaha untuk mencari solusinya sendiri,” ungkap Reisky, salah seorang pelajar SMAN Plus.

Setali tiga uang dengan keenam teman-temannya di atas, Rahmi dan Desi juga mengungkapkan, walaupun terdapat asam manisnya kehidupan dalam menghadapi hidup di asrama, kita akan mampu menjadi seorang yang tangguh dalam menjalani hidup yang keras ini. Berpisah dengan orang tua, dan teman-teman sedaerah yang sangat kita cintai merupakan salah satu hal yang perlu diperjuangkan agar setiap penderitaan yang terasa mampu menjadi motivasi bagi kita dalam menjalani hidup di asrama.

“Bermain dan belajar dengan teman akan terasa lebih menyenangkan dibanding dengan belajar monoton di kelas dan pulang di waktu tertentu, tanpa adanya teman jika kita ingin mengulang pelajaran di tengah malam yang tenang,” ungkap Rahmi.(Maya & Yelna-SJ)

Dukung: Rusli Zainal Sang Visioner

ADA program unggulan baru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Pekanbaru setahun terakhir ini, yakni praktek penyelenggaraan jenazah yang diperuntukkan bagi siswa kelas XII. Praktikum pemandian, pengkafanan, penyalatan dan penguburan mayat ini dilaksanakan selesai salat Jumat setiap pekannya.

Menurut Wakil Kepala Bidang Keagamaan MAN 2 Muhammad Zam SAg, salah satu program unggulan MAN ini sangat diminati oleh para siswa. ‘’Tanggapan siswa cukup positif, mereka senang ada kegiatan ini, bahkan rela dibungkus seperti mayat,’’ ujar guru bidang studi Alquran Hadits ini.


Semua fasilitas disediakan untuk menunjang kegiatan tersebut, mulai dari kain kaffan, keranda mayat, baskom air untuk mandi mayat, hingga lubang kuburan juga disediakan. Para siswa diajak terlibat langsung dalam pengurusan mayat dari tata cara memandikan, mengkaffani, mensalatkan hingga si mayat di kuburkan.

Setiap pekan ad ada empat kelompok yang terdiri dari tujuh hingga sepuluh siswa. Acara dipimpin langsung oleh Ustadz Kariman Ibrahim dari Departemen Agama kota Pekanbaru. Kegiatan yang telah memasuki tahun keduanya ini merupakan pembekalan bagi para siswa tahun akhir, supaya memiliki kecakapan dalam hal penyelenggaraan jenazah di tengah-tengah masyarakat.(Hendrawan-CCMD)

MAN 2 Model Kedatangan Tamu Dari Taluk

MAN 2 MOdel Kedatangan TamuMAN 2 Model Pekanbaru kedatangan tamu dari jauh pada Jumat (15/8) pagi lalu. Kelas Bertaraf Internasional MAN Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi mengadakan study banding ke MAN 2 guna melihat program Madrasah Nasional Bertaraf Internasional yang sudah berjalan selama dua tahun di sekolah tersebut.


''Kunjungan ini untuk melihat sekolah yang telah menjalankan program Bertaraf Internasional selama dua tahun (MAN 2-red), sedangkan kami baru mulai tahun ini di MAN Taluk.'' Ujar Marwan S.Pd, salah seorang guru pembimbing MAN Taluk Kuantan.

Kegiatan Study banding ini diikuti sekitar 30 siswa MAN Taluk Kuantan. Agenda pertama pagi itu diantaranya adalah praktek di labor Biologi dan Fisika dengan pengantar Bahasa Inggris. Menurut Zulkifli S.Pd, Wakil Kurikulum MAN 2 Model, salah satu tujuan pokok dalam kunjungan tersebut adalah mengenai penerapan bilingual sistem (dwibahasa) pada bidang study Fisika, Biologi, Kimia, Matematika dan Ekonomi yang diterapkan di MAN 2 Model dua tahun belakangan ini.

''Kelas Internasional MAN Taluk Kuantan study banding mengenai penggunaan bilingual sistem dalam pembelajaran, dalam hal ini kita langsung melibatkan siswa peserta dalam prakteknya,'' ujar Zulkifli. Selain itu juga diadakan diskusi antara guru-guru MAN 2 dan para peserta study banding dari MAN Taluk Kuantan hingga pukul 11.30 pada Jumat (15/8) itu. (Hendrawan, UIN Suska Riau)

Isra Mieaj MAN 2 ModelSabtu (2/8) lalu Rohani Islam (Rohis) yang bekerjasama dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MAN 2 Model menghelatkan peringatn Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1429 Hijriah di Aula MAN 2 Model Pekanbaru.

Acara yang berlangsung sejak pukul 8.00 WIB ini diisi dengan acara inti berupa ceramah agama mengenai Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Para siswa yang hadir dan beberapa staf pengajar terlihat sangat antusias mendengarkan ceramah kocak nan Islami yang disampaikan oleh Ustadz Pulungan. Bahkan, tidak sedikit dari para siswa tertawa terpingkal-pingkal ketika mendengarkan wejangan sang ustadz yang diselingi dengan humor.

Selain ceramah Agama, ditengah-tengah acara juga dimeriahkan oleh penampilan Grup-grup nasyid dan Rebana asal MAN 2. Namun Atan, Wakil Ketua OSIS MAN 2, menyayangkan terjadinya berbagai masalah sebelum acara dimulai, termasuk masalah audio sistem yang macet.

''Saya sedikit kurang puas, karena masih terjadi masalah pada audio sistem,'' ungkapnya seusai acara. Namun acara tahunan ini tetap berjalan lancar hingga selesai. Acara ditutup dengan penampilan Grup nasyid unik Nada Kerohanian Untuk Semua Umur (NANKATSU) dan diakhiri dengan Doa bersama.

MAN 2 Bentuk Study Club

Drs NurizaSatu lagi trobosan baru dari MAN 2 Model Pekanbaru, dibentuknya Study Club atau kelompok belajar. Study Club ini merupakan sebuah kelompok belajar dari beberapa mata pelajaran unggulan seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, dan Ekonomi dengan tujuan mencari siswa unggul di setiap mata pelajaran tersebut.

Pembentukan Study Club ini bertujuan supaya anggota club siap untuk mengikuti perlombaan-perlombaan sesuai dengan mata pelajaran club yang diikutinya. Seperti yang dikatakan oleh Yogi Adrian, salah seorang anggota Study Club Biologi.

''Ini berguna untuk mengikuti lomba-lomba yang diadakan sekali setahun,'' Ujarnya ketika dimintai pendapatnya pada Sabtu (2/8) lalu di Aula MAN 2 Model.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Drs Nuriza, Pembina Study Club Fisika, anggota dari study ini terdiri dari siswa dan siswi kelas X dan XI. Menurutnya lagi, program ini sudah berjalan dengan baik selama seminggu belakangan.

''Anggota Study Clubnya hanya terdiri dari siswa-siswa kelas X dan XI yang berminat saja. Perkembangan Study Club sampai saat ini berjalan dengan baik,'' terangnya Ketika ditemui setelah acara Isra dan Mir'aj pada Sabtu (2/8) siang lalu.

Setiap Study Club mempunyai seorang Pembina yang berasal dari guru mata pelajaran yang bersangkutan. Seperti kelompok belajar Matematika yang dibina oleh Vetras Humadi S.Pd, Fisika oleh Drs.Nuriza, Bahasa Inggris oleh Hj Sarpani S Pd, Kimia oleh Efni S Pd, Biologi oleh Ermy Hayati S.Pd dan Study Club Ekonomi oleh Ekwanis.

Jumlah peserta lomba MIPA dan Pidato Bahasa Inggris tingkat SMP/MTs se-Riau yang diselenggarakan oleh MAN 2 Model Pekanbaru mengalami peningkatan sebesar 300 persen . Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang tahun lalu hanya 32 siswa saja kini menjadi 133 siswa, dan tahun lalu hanya diikuti oleh 8 sekolah kini melonjak menjadi 33 sekolah.

Menurut Drs.H.Muliardi M.Pd, Kepala sekolah (Kepsek) MAN 2 Model hal ini merupakan tanggapan positif dari para peserta pada lomba yang telah dimulia pada Rabu (27/2) lalu itu.


"Mereka memberi tanggapan positif, tahun lalu hanya diikuti oleh 32 peserta sekarang 133, yang dulunya hanya diikuti depalan sekolah sekarang menjadi 33 sekolah." Ungkapnya ketika ditemui usai penutupan acara tersebut pada Sabtu (1/3) lalu di Aula MAN 2 Model Pekanbaru.

Meningkatnya animo para peserta ini tidak lepas dari daya tarik lomba tersebut, karena selain mendapatkan medali (emas, perak, perunggu) dan uang tunai para pemenang lomba juga ditawarkan untuk menjadi siswa MAN 2 Model tampa tes pada tahun ajaran baru bagi yang berminat, sebagaimana yang dikatan Kepsek MAN 2 disela-sela penetupan Acara.
"Seperti yang telah disampaikan oleh ketua panitia tadi, kami (MAN 2-red) menawarkan para Juara lomba untuk menjadi siswa MAN 2 Model Pekanbaru tampa tes bagi yang berminat," terangnya.

Pada lomba MIPA dan Pidato Bahasa Inggris tingkat SMP/MTs tahun ini, SMA Babussalam Pekanbaru masih mendominasi. Hal ini bisa dilihat dari hasil medali yang mereka peroleh dengan dua emas (Fisika dan Pidato), perak dan perunggu masing-masing satu. Disusul oleh SMP Al-Ittihad Pekanbaru dengan dua emas (MTK dan Biologi) dan satu perak.

Lomba ini akan tetap diadakan setiap tahunnya, karena menurut panitia lomba, acara ini sudah menjadi agenda tahunan MAN 2 Model Pekanbaru.

Hasil Lomba MIPA dan Pidato Bahasa Inggris MAN 2 Model Pekanbaru

Matematika
Juara I Riski Marlia SMP Al-Ittihad
Juara II utih SMP Babussalam
Juara III Susi MTsN model Kuok

Fisika
Juara I M.Halid SMP Babussalam
Juara II Arni Miftahul Jannah SMP Al-Ittihad
Juara III Refni Widiawati SMP 8 Pekanbaru

Biologi
Juara I Arif Munandar SMP Al-Ittihad
Juara II Rohana MTsN Pekanbaru
Juara III M. Ilham SMP Babussalam

Pidato Bahasa Inggris
Juara I Khairunnisa SMP Babussalam
Juara II Said SMP 7 Pekanbaru
Juara III Lia Apriani MTs Ar-Royan

MAN 2 Kerjasama dengan Pusat Bahasa Unri

Siswa Kelas X MAN 2 Model Pekanbaru MAN 2 Model - Pada Kamis (28/2) lalu, seluruh wali murid kelas X MAN 2 Model Pekanbaru mengadakan rapat bersama petinggi madrasah itu guna membahas program Madrasah Nasional Bertaraf Internasional (MNBI) yang diamanatkan Departemen Agama Riau. Disela-sela pembukaan rapat Drs H Muliardi M Pd, Kepala madrasah mengatakan, salah satu pokok pembahasannya siang itu adalah meningkatkan Kemampuan Bahasa Asing bagi para siswa yang sekarang duduk di kelas X. Untuk mewujudkan hal itu pihak MAN 2 Model bekerjasama dengan Pusat Bahasa Unri.


"Untuk mewujudkan program MNBI kita akan meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa asing. Yang menjadi fokus adalah Bahasa Inggris. Nah, untuk mewujudkan itu kita telah mengadakan kontrak dengan Pusat Bahasa Unri Pekanbaru selama tiga bulan," Terangnya. Menurutnya lagi selain usaha diatas pihak MAN 2 Model juga telah berusaha menambah porsi jam Bahasa Inggris yang pada mulanya hanya empat jam menjadi enam jam dalam seminggu. Hal ini dimaksud agar pada tahun 2009 nanti sistem pengajaran bilingual yang Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya bisa terlaksana.

Pada pertemuan yang dimulai pada pukul 10.30 WIB di Aula MAN 2 itu juga dihadiri oleh Drs. Marzuki M.Ed MA beserta stafnya dari Pusat Bahasa Unri. Rencananya tim dari Unri ini akan akan mendidik para siswa selama empat belas minggu, termasuk didalamnya pengajaran general English, English conversation dan Internasional TOEFL Program yang akan menghabiskan dana sebesar 40 juta rupiah, namun khusus untuk english Conversation akan disubsidi oleh pihak madrasah.
Untuk Internasional TOEFL Program ini, pihak MAN 2 sengaja mengadakan kerjasama dengan pihak Unri pasalnya menurut Drs Muliardi hanya ada dua lembaga yang bisa mengeluarkannya di Riau, Chevron dan Pusat Bahasa Unri. Seperti yang disampaikannya pada hari itu.

"Kita menjalin kerjasama dengan Unri karena hanya ada dua lembaga di Riau yang bisa mengeluarkan sertifikat tersebut (International TOEFL-red), Chevron dan Pusat Bahasa Unri." Ungkapnya. Lebih jauh ia mengatakan pihak MAN 2 juga telah menyiapkan tenaga pengajar MIPA dan Ekonomi yang sudah dididik oleh dosen-dosen FKIP Unri pada 2007 lalu, yang sebagian besar diantaranya jebolan luar negeri. Selain itu juga menurutnya untuk meningkatkan SDM pihak madrasah juga mengirim guru-guru selama seminggu ke MAN Insan Cendikia Serpong yang telah bertaraf Internasional untuk magang disana. Pada pertemuan itu juga ia menyinggung tentang penghargaan madrasah berprestasi 2007 dari Gubernur yang dialamatkan kepada MAN 2 Model Pekanbaru beberapa waktu lalu. (Hendrawan CCMD)


Walaupun tanda jejak tidak jelas, gerakan Pramuka MAN 2 Model Pekanbaru pimpinan Zomi mampu mempertahankan Juara Umum pada Lintas Alam yang diadakan oleh SMAN 4 Pekanbaru pada Minggu (17/2) lalu.

Tidak mudah bagi regu Pramuka dari MAN 2 Model yang beranggotakan Zomi Putra (ketua), Saddam Hasan, Desi Susanti, Laila Mahmudah dan Rani Amalia ini mempertahankannya karena mereka harus masuk kolam keladi dan berjibaku dengan lintasan yang cukup panjang. Seperti yang dikatakan Zomi kepada tim Xpresi Kamis (21/2) lalu di sekolahnya.


"Lintasannya panjang kali, terus kami juga harus masuk kolam keladi waktu menuju ke posko empat." Terangnya bersemangat. Selain itu Zomi juga mengatakan pada Lintas Alam yang diadakan SMAN 4 tahun ini tanda jejaknya kurang jelas, hal ini yang membuat anggota Pramuka MAN 2 Model dan para peserta lainnya lebih tertantang dan lebih antusias.

Termotivasi untuk mempertahankan Juara Umum yang pernah mereka raih pada event yang sama tahun lalu tersebut, Zomi dan kawan-kawan dengan konsisten menjaga semangat mereka sepanjang lintasan yang disiapkan oleh panitia, hingga membuat mereka

optimis bisa mempertahankan Juara Umum. Menurut Saddam ia dan anggota lainnya sempat putus asa ketika diumumkan yang mendapat juara satu adalah SMAN 1 Siak, namun belakangan ketika diumumkan bahwa yang meraih juara mum adalah MAN 2 Model

Pekanbaru sontak mereka langsung berlarian ketengah lapangan. Lebih jauh lagi, Zomi yang menjadi komandan regu A Pramuka MAN 2 mengatakan raihan ini membuktikan bahwa MAN 2 masih sanggup mempertahankan gelar juara umum di Lintas Alam SMAN 4.

"Pembuktian, bahwa kami masih sanggup mempertahankan Juara Umum," tegasnya bersemangat. Demi mengantarkan piala ini untuk kedua kalinya ke MAN 2 Model mereka (Pramuka-red) harus pulang telat ke rumah masing-masing karena oplet yang mereka sewa ke MAN 2 kehabisan minyak di tengah jalan(wa ka.. kaa).

Para peserta Lintas Alam SMAN 4 Pekanbaru memulai perlombaan pada pukul 9.30 dan selesai pada pukul 3.00 sorenya. Menurut anggota Pramuka MAN 2 hampir tidak ada keluhan dari para peserta karena kinerja para panitia kreatif dari SMAN 4 cukup bagus.

Humas MAN 2 Model Berdasarkan keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen AgamaProvinsi Riau tentang penetapan MAN 2 Model Pekanbaru sebagai Madrasah Nasional Bertaraf Internasional (MNBI), pihak madrasah yang baru-baru ini menjuarai Olympiade Mafikibb MAN se-Riau tersebut dalam waktu dekat akan mengadakan Lomba Matematika, Fisika, Biologi (MIPA) dan Pidato Bahasa Inggris tingkat SMP/MTs Se-Provinsi Riau.


Lomba mata pelajaran tingkat SLTP paling bergengsi di tanah lancang kuning ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau, H.M Rusli Zainal SE pada Jumat (29/02) dan Sabtu (1/3) mendatang di kampus MAN 2. Acara ini sendiri akan berlangsung di Pusat Sumber Belajar Bersama (PSBB) MAN 2 Model Pekanbaru.

Menurut pihak MAN 2 Model melalui Wakil Kepala Bidang Humasnya, Muhammad Fuad M.Pd. Adapun materi yang akan diperlombakan antaralain: materi pelajaran Matematika, Fisika Biologi kelas VII, VII dan IX dengan mengacu pada kurikulum KTSP dan Olympiade tingkat SLTP. Sedangkan tema untuk lomba pidato bahasa Inggris diantaranya adalah ''Global Warming'' dan ''How to Learn English Effectively and efeciently''. Khusus untuk lomba Fisika dan Biologi, selain tes tertulis kemampuan para pelajar di laboratorium juga akan diuji.

Dalam lomba ini nanti akan ditentukan tiga peserta terbaik untuk masing-masing mata pelajaran yaitu juara I,II dan III serta berhak atas uang pembinaan, Medali dan Piagam Penghargaan. Selain itu para pemenang peringkat I,II dan III untuk setiap cabang lomba dapat diterima menjadi siswa MAN 2 Model pada tahun Pelajaran 2008/2009 tanpa tes, namun khusus untuk yang beragama Islam saja.

XI Bahasa Juarai Futsal MAN 2

Futsal MAN 2 Model Pekanbaru Keperkasaan tim "Singa Merah" kelas XI Bahasa tak mampu dibendung oleh tim kuda hitam XI IPS 2 dalam laga final Futsal MAN 2 Model yang berlangsung pada Sabtu (26/01) lalu di lapangan sekolah tersebut. Walaupun didukung penuh oleh suporter dan wali kelas tim lawan, para pemain futsal yang berkostum merah ini tetap bisa mengungguli lawan tandingnya.

Sebelum ke final tim futsal yang diperkuat Ryan, Aji, Indra, Izulman dan Santoso ini harus berjibaku menghadapi juara bertahan XI IPS 1 di semi final pada Jum'at (25/01) lalu.
Pada pertandingan yang sempat tertunda karena berlangsung panas itu, tim futsal yang dikapteni oleh Aji ini hampir menelan kekalahan. Menurut Santoso hal ini dikarenakan mereka mencoba-coba posisi baru dalam menghadapi tim yang pernah mengalahkan mereka pada kejuaraan lalu ini.

"Kami mencoba posisi baru dan kami menyadari ini kesalahan kami bersama," Akunya, apa yang dikatakan Santoso ternyata benar adanya, setelah menyadari kelemahan sendiri mereka berbalik unggul 5-4 atas tim XI IPS 1 yang dikapteni Deni tersebut, walaupun keadaan gerimis.
Pada pertandingan final XI Bahasa kembali diuji ketangguhannya. Kali ini tim kuda hitam XI IPS 2 yang didukung penuh oleh mayoritas siswa jurusan IPS dan disaksikan langsung oleh wali kelas mereka ini sempat unggul lebih dulu melalui pemain depan mereka Rauf, yang membuat penonton dan supertor yang menyaksikan bersorak sorai. Namun hal ini tak membuat tim XI Bahasa yang berkostum merah ini ciut, malah mereka berhasil menyamakan kedudukan melalui dua gol yang diciptakan oleh Aji dan Izulman. Menurut Santoso, faktor inilah yang membuat mereka pantas disebut "Singa Merah" karena bisa membalas walaupun dibawah tekanan suporter lawan.

"Ha, itulah Walaupun tidak ada suporter (bisa menang) kami memang pantas bergelar "Singa Merah." Ungkap Santoso berapi-api ketika diatanyai watawan selang beberapa menit setelah pertandingan usai. Lain lagi tanggapan Ryan, sang Top skor dengan sembilan golnya ini, ia mengatakan bahwa mereka telah punya modal sebelumnya dengan mengantongi status Runner-up hingga punya mental juara. Akhirnya pertandingan final futsal MAN 2 hari itu dimenangkan oleh XI Bahasa melalui drama adu penalti.

;;