Jadi Anak Asrama - Milikmu Juga Milikku

Selain pondok pesantren, sekolah-sekolah di Riau kini sudah ada yang menyediakan fasilitas asrama alias boarding school. Pasti banyak cerita seru menjadi anak asrama. Pengen tahu? Simak yuk!

“Pasti seru dong, bisa belajar bareng, makan bareng, pokoknya meski jauh dari rumah nggak terasa sendiri deh,” ujar Dhya Suryati, siswi kelas XI MAN 2 Model Pekanbaru. Sekolah ini memang menyediakan asrama untuk para siswi. Tapi sekarang ini memang hanya untuk siswa putri. Asrama untuk putra baru akan dibangun bersamaan dengan pembangunan gedung baru.

“Asrama sangat diperlukan siswa rantauan. Biar orang tua juga nggak khawatir meski tinggal berjauhan,” kata Dhya lagi.

Pendapat Dhya disetujui Futhri, juga siswi MAN 2 Model. Cewek yang jago berpuisi ini menambahkan, fasilitas asrama menurutnya juga membuat para siswa belajar memupuk rasa kebersamaan, solidaritas, dan disiplin.


Super Ketat
Yup. Memang kalo tinggal di asrama, tentu dong kita juga harus ikut berbagai aturan yang super ketat. Pokoknya nggak sama dengan rumah sendiri. Misalnya, jika kita di rumah biasanya bangun jam 8 pagi, tapi tidak dengan di asrama. Biasanya kegiatan di asrama dimulai dari jam 5 subuh.

Mau keluar asrama atau jalan-jalan, harus minta izin dulu sama para pembimbing asrama. “Itu pun ada waktu-waktu tertentu juga, nggak boleh sembarangan,’’ kata seorang siswi MAN 2 Model yang mengaku pernah dihukum karena pulang lewat dari jam 18.00 WIB.

Tapi, ternyata segala aturan itu direspon positif oleh Nita Lestari. “Sejak aku masuk asrama, awalnya sih nggak tahan dengan aturan-aturan itu. Tapi lama-lama aku mulai menyadari betapa pentingnya disiplin itu,’’ katanya salah seorang siswi MAN 2 Model ini.

Rata-rata dari seluruh penghuni asrama di MAN 2 Model yang memiliki dua bangunan ini banyak yang berasal dari luar kota Pekanbaru. Setiap bulan, mereka selalu pulang ke kampung halaman. Selain itu, libur-libur hari sekolah pun mereka pulang ke rumah masing-masing.

Antre Mandi
Muhammad Rafi, salah seorang pelajar SMAN Plus Provinsi Riau juga mengaku asyik-asyik aja tinggal di asrama. Doski bilang, justru dengan tinggal di asrama, kehidupannya mulai tertata dan doski mulai dapat bersosialisasi dengan teman-teman. Selain itu, Veni Yuherliana yang juga merupakan salah seorang siswi SMAN Plus mengaku bisa hidup lebih disiplin dan mandiri.

“Tinggal di asrama tuh asyik. Kita bisa mengerjakan tugas dari guru bersama-sama dengan teman, bisa saling bantu. Kalo dikerjakan bersama, tugas sesulit apapun menjadi lebih mudah kan,” kata Hadi Mulyanto, siswa SMAN Plus. Kalo pun ada dukanya, itu saat harus antre panjang di depan kamar mandi.
“Pokoknya setiap anak asrama harus berjuang untuk tidak terjebak dalam antre panjang di depan kamar mandi,” ceritanya sambil tertawa.

Selain itu, doski juga mengaku bisa menimba sebanyak-banyaknya pengetahuan yang dimiliki teman-temannya dengan cara sharing di asrama jika ada waktu senggang. Selain Hadi Mulyanto, ternyata Windy Febriyanti, juga dapat mengambil pelajaran berharga sejak tinggal di asrama sekolah. Seperti pengalaman doski yang telah jauh-jauh datang dari Tembilahan, demi menuntut ilmu di sekolah yang memiliki tiga asrama ini, doski dapat lebih memaknai arti perjuangan dalam kehidupan.

Boarding school atau sekolah yang berasrama mampu mengajarkan berjuta pengalaman dalam kehidupan yang tidak akan pernah dirasakan oleh seluruh pelajar di dunia ini. Antara teman yang satu dengan teman yang lain harus memiliki jiwa kebersamaan untuk menghindari pertengkaran yang hanya akan merusak keindahan hidup berasrama. Mereka punya satu slogan khas anak asrama: milikmu juga milikku, yang bermaksud menghapus segala perbedaan di antara mereka.

“Selain itu, menjalani hidup di asrama, kita dapat lebih memahami betapa susahnya salah seorang teman kita yang kurang mampu dalam menjalani hidupnya. Dengan hal ini, kita akan dapat lebih berpikir bijaksana dalam memahami setiap problem yang kita miliki dan berusaha untuk mencari solusinya sendiri,” ungkap Reisky, salah seorang pelajar SMAN Plus.

Setali tiga uang dengan keenam teman-temannya di atas, Rahmi dan Desi juga mengungkapkan, walaupun terdapat asam manisnya kehidupan dalam menghadapi hidup di asrama, kita akan mampu menjadi seorang yang tangguh dalam menjalani hidup yang keras ini. Berpisah dengan orang tua, dan teman-teman sedaerah yang sangat kita cintai merupakan salah satu hal yang perlu diperjuangkan agar setiap penderitaan yang terasa mampu menjadi motivasi bagi kita dalam menjalani hidup di asrama.

“Bermain dan belajar dengan teman akan terasa lebih menyenangkan dibanding dengan belajar monoton di kelas dan pulang di waktu tertentu, tanpa adanya teman jika kita ingin mengulang pelajaran di tengah malam yang tenang,” ungkap Rahmi.(Maya & Yelna-SJ)

Dukung: Rusli Zainal Sang Visioner

MOS MAN 2 Model Tak Lagi Berdasi Petai

Pada Minggu-minggu pertengahan Juli ini, sekolah-sekolah di Kota Pekanbaru disibukkan dengan kegiatan penerimaan siswa baru dan acara Masa Orientasi Siswa (MOS). Salah satu sekolah yang sudah mengakhiri kegiatan awal tahun pelajaran baru ini adalah MAN 2 Model Pekanbaru.

Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) ini baru saja menyudahi Masa MOS pada Sabtu (11/7) lalu. Setidaknya ada 192 siswa baru yang terlibat dalam MOS yang diadakan sejak Kamis (9/7) lalu, 47 diantaranya melalui penerimaan siswa unggul.
Berbagai kegiatan dilaksanakan, mulai dari perkenalan bagi siswa tentang lingkungan sekolah, sosialisasi fasilitas sekolah yang tersedia termasuk disana suasana kelas, labor, tempat ibadah dan lain-lain.

Kegiatan yang dipusatkan di kampus MAN 2 jalan Diponegoro itu juga menyertakan latihan kecakapan baris-berbaris dan kedisiplinan. Tidak tanggung-tanggung, seperti tahun lalu instruktur untuk kegiatan yang satu ini langsung didatangkan dari Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).


Namun ada sedikit suasana yang beda dengan tahun lalu, diamana saat ini siswa peserta MOS tidak lagi dibebankan dengan aksesoris yang aneh-aneh seperti dasi petai, kaus warna-warni dan lain-lain.

‘’Tahun ini siswa tidak lagi berdasi petai, dasinya sudah dasi asli dan pakaian merekapun diseragamkan, baju putih celana atau rok hitam,’’ ujar Drs Ali Umar Bakri, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 2 ketika dikonfirmasi.

Ditambahkannya, ini semua dikarenakan dasi petai atau yang lainnya tidak lagi relevan mengingat MAN 2 Model sekarang sudah berstatus MBI, dan jenis kegiatanpun hanya ditekankan kepada penanaman nilai moral, kedisiplinan, intelektual dan keislaman.

Dari pantauan Xpresi ke lapangan acara berjalan semarak dan atraktif, hal ini terlihat dari antusiasme para peserta mengikuti acara, seperti yang diungkapkan oleh Aulia Nuraini, salah seorang peserta.

‘’Asyik acaranya, kakak-kakak kelasnya seru-seru, terus kalo dapet hukuman pasti hukumannya yang dapat kami ambil pelajarannya,’’ ujarnya.
Hari terakhir MOS, diadakan acara puncak berupa pentas seni yang akan menampilkan kreatifitas, minat dan bakat para siswa baru di Aula MAN 2 Model sekitar pukul 13.00 WIB.

‘’Kami sudah menyiapkan alat dan sarana untuk acaranya (pentas seni,red) berupa keybord dan panggung,’’ ujar Reza, ketua OSIS MAN 2 Model Pekanbaru.(Hendrawan-CCMD)

Dukung: Rusli Zainal Sang Visioner

Profil MAN 2 Model MNBI Pekanbaru

MAN 2 Model Pekanbaru yang saat ini sedang giat-giatnya mempersiapkan diri menjadi Madrasah Nasional Bertaraf Internasional (MNBI) pada tahun 2009 mendatang siapa sangka telah berubah-ubah nama beberapa kali.

MAN 2 Model Pekanbaru yang beralamat di Jalan Diponegoro no.55 ini pada mulanya bernama Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN), yang pada waktu itu 3 tahun dan selanjutnya berubah menjadi PGAN 6 Tahun. Pada zamannya PGAN sangat populer di kalangan pelajar kota Pekanbaru. Selain terkenal dengan pendidikan agamanya, PGAN juga terkenal dengan ekstrakulikulernya pada waktu itu yang paling menonjol adalah Pramuka.

Pada tahun 1993, PGAN beralih status menjadi MAN 2 Pekanbaru. Singkat cerita, semenjak Drs.H.Mukhlis Munaf menjabat kepala sekolah, prestasi MAN 2 terus menanjak. Alhasil MAN 2 naik status menjadi MAN percontohan di Riau, hingga namanya berubah menjadi MAN 2 Model Pekanbaru. Karena perkembangan prestasinya sangat cepat, MAN 2 Model mendapat penghargaan MAN terbaik Nasional kategori Model (Percontohan).


Nah, hal ini-lah yang membuat Kantor Wilayah Departemen Agama Riau merencanakan MAN 2 Model Pekanbaru sebagai Madrasah Nasional Bertaraf Internasional tahun 2009 mendatang. Untuk mewujudulkan MAN 2 Model Pekanbaru sebagai Madrasah Nasional Bertaraf Internasional, sekolah itu menjalin kerja sama dengan MAN Ihsan Cendikia Serpong. Telah banyak perubahan terjadi di sekolah ini hingga menjadi salah sekolah terfavorite di Pekanbaru.

Untuk mewujudkan hal ini Selain itu, MAN 2 juga menjalin kerjasam dengan berbagai institusi yang ada di Indonesia maupun dengan negara tentangga menjalin kerjasama. Misalnya, menjalin kerjasama dengan Unit Pelaksanaan Pengetahuan Bahasa (UP2B) Unri, kerjasama dengan FKIP Unri untuk peningkatan kemampuan guru Sains, kerjasama dengan unsur MAN Insan Cendia Serpong dalam peningkatan pembelajaran, Kerjasama dengan SMK Seri Bintang Malaysia.

''Kita sudah teken MoU dengan MAN Ichsan Cendikia, study banding ke Malaysia dan juga bekerjamasa dengan Unit Pelaksanaan Pengetahuan Bahasa Unri,'' ujar Drs.H.Muliardi M.Pd, Kepala MAN 2 Model saat ini.

Seminggu sudah acara Lomba Mata Pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa Inggris (Mafikibb) berakhir, namun rasa percaya diri sobat XPressi kita yang berikut ini masih saja merekah. Mereka adalah lima orang siswa MAN 2 Model (M2M) Pekanbaru, bernama Muhammad Iskandariyah, Hafizur Rizki, Fadilla Sari, Intan Asmarita, dan Kurnia Sholihat.

Mereka berhasil memboyong semua medali emas yang dilombakan pada acara Mafikibb tahun 2008, yang untuk kali keempatnya diadakan oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau untuk seluruh Madrasyah Aliyah (MA) se-Riau. Kemenangan mereka juga yang meneguhkan madrasah bertaraf internasional ini (MAN 2, red) menjadi sekolah yang tak terkalahkan sepanjang sejarah pelaksanaan Mafikibb.

Tanpa berpanjang-panjang lagi, yuk langsung saja kita ajak kenalan. Nah, yang pertama ini, kita kenalan dulu sama sang jago ilmu hitung alias Matematika. Namanya Muhammad Iskandariyah. Awalnya sih, dia sempat diajak untuk mewakili mata lomba Fisika dan Kimia, tapi dianya gak mau. ‘’He... Gak tahu tuh, mungkin karena suka sama angka-angka kali ya,’’ jawab Iskandar, sapaan akrab Iskandariyah, sambil nyengir saat ditanya mengapa guru-guru Eksak pada ngerebutin dia. Wah cocok nih buat diajak dagang.

Baca MAN 2 Model Pekanbaru Borong Juara Mafikibb Selanjutnya

KEPALA Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama (Depag) Provinsi Riau, terus menggalakkan bakat siswa Madrasyah Aliyah (MA) seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau dengan menyelenggarakan lomba Mata Pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan Bahasa Inggris (Mafikib) yang digelar tanggal 22 hingga 24 Oktober 2008 di MAN 2 Model Pekanbaru.

Pada lomba Mafikib tersebut semua mata pelajaran juara pertamanya diraih siswa MAN 2 Model Pekanbaru. Siswa yang mampu meraih prestasi gemilang itu adalah, Muhammad Iskandarsyati untuk mata pelajaran Matematika, Hafzur Rizki mata pelajaran Fisika, Fadilla Sari mata pelajaran Kimia, Intan Asmarita mata pelajaran Biologi dan Kurnia Sholihat mata pelajaran Bahasa Inggris.


Dengan demikian tampa diragukan lagi MAN 2 Model ini meraih piala bergilir dari Depag Provinsi Raiu. Peraihan piala bergilirnya tidak untuk pertama kalinya bagi MAN 2 Model. Justru sudah berturut-turut hingga tiga kali, sehingga piala bergilir itu menjadi piala tetap untuk MAN tersebut. Perlombaaan kali sudah yang keempat kalinya.(nto)

ADA program unggulan baru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Pekanbaru setahun terakhir ini, yakni praktek penyelenggaraan jenazah yang diperuntukkan bagi siswa kelas XII. Praktikum pemandian, pengkafanan, penyalatan dan penguburan mayat ini dilaksanakan selesai salat Jumat setiap pekannya.

Menurut Wakil Kepala Bidang Keagamaan MAN 2 Muhammad Zam SAg, salah satu program unggulan MAN ini sangat diminati oleh para siswa. ‘’Tanggapan siswa cukup positif, mereka senang ada kegiatan ini, bahkan rela dibungkus seperti mayat,’’ ujar guru bidang studi Alquran Hadits ini.


Semua fasilitas disediakan untuk menunjang kegiatan tersebut, mulai dari kain kaffan, keranda mayat, baskom air untuk mandi mayat, hingga lubang kuburan juga disediakan. Para siswa diajak terlibat langsung dalam pengurusan mayat dari tata cara memandikan, mengkaffani, mensalatkan hingga si mayat di kuburkan.

Setiap pekan ad ada empat kelompok yang terdiri dari tujuh hingga sepuluh siswa. Acara dipimpin langsung oleh Ustadz Kariman Ibrahim dari Departemen Agama kota Pekanbaru. Kegiatan yang telah memasuki tahun keduanya ini merupakan pembekalan bagi para siswa tahun akhir, supaya memiliki kecakapan dalam hal penyelenggaraan jenazah di tengah-tengah masyarakat.(Hendrawan-CCMD)

Pramuka MAN 2 Bubar Perdana

JANGAN salah tafsir, Bubar diatas maksudnya buka bareng alias buka bersama. Hasil telusuran Xpresi pada Ahad (8/9) lalu, Pramuka MAN 2 Model Pekanbaru melaksanakan bubar atas inisiatif Dewan Ambalan baru 2008-2009, yang belum dilantik.

Dalam penyelenggaraan ini turut diundang Kepala Sekolah dan seluruh Wakil Kepala (Waka) MAN 2, namun sayang hanya Waka Bidang Keagamaan, M Zam SAg saja yang bisa hadir.

Bubar Pramuka MAN 2 ini merupakan terobosan baru, menurut Yoni Ramadhani, Pembina Pramuka MAN 2, hal ini baru pertama kali dilaksanakan oleh anggota Pramuka.
‘’Selama ini kita belum pernah melaksanakannya (bubar, red), ini merupakan perdana,’’ ujarnya pada pentupan acara. Ditambah Yoni, acaranya ini untuk mempererat silaturahmi antar anggota Pramuka, menurutnya silaturahmi antar anggota harus konsisten sesuai Dasa Dharma Pramuka.


‘’Acara ini tidak sampai disini saja, sesuai dengan Dasa Dharma kita harus konsisten menjaga silaturahmi antar anggota,’’ tambahnya. Pembina yang baru dilantik ini juga menyinggung tentang Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka MAN 2, yang dipersiapkan selama Ramadan. Yoni berharap acara HUT ini mendapat dukungan dari segenap alumni. Acara penting itu dimulai pada pukul 17.45 WIB, yang diisi dengan ceramah agama oleh M Zein SAg, acara sendiri ditutup dengan Salat Isya berjamaah di Masjid Ath-Thalibin MAN 2 Model Pekanbaru.

Pramuka MAN 2 Ikut Meriahkan HUT RI

PRAMUKA MAN 2 Model Pekanbaru tidak mau kalah dengan anggota paskibraka ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-63 yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus.
Pramuka MAN 2 melalui Zomi Putra mengatakan timnya menampilkan antraksi senam Semaphore. Memeriahkan HUT RI itu, Zomi dan kawan-kawan telah mempersiapkan diri sejak tiga minggu yang lalu sebelum dilangsungkan HUT RI.

Para anggota Pramuka ini tampil berpakaian khusus Pramuka MAN 2 Model. Mereka tampil usai acara pengibaran bendera Kemerdekaan RI ke-63 yang dilangsungkan di lapangan MAN 2 Model Pekanbaru. ‘’Kami telah melakukan persiapan sekitar tiga Minggu sebelum hari H, kami memakai baju lapangan,’’ cerita Zomi pekan lalu.


Zomi yang juga merupakan anggota Dewan Kerja Cabang Pramuka kota Pekanbaru ini mengatakan ia dan kawan-kawan sengaja menampilkan atraksi terbaik untuk menunjang kekreatifan anggota Pramuka melalui senam Semaphore yang terkenal rumit. (Hendrawan-CCMD)

MAN 2 Model Kedatangan Tamu Dari Taluk

MAN 2 MOdel Kedatangan TamuMAN 2 Model Pekanbaru kedatangan tamu dari jauh pada Jumat (15/8) pagi lalu. Kelas Bertaraf Internasional MAN Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi mengadakan study banding ke MAN 2 guna melihat program Madrasah Nasional Bertaraf Internasional yang sudah berjalan selama dua tahun di sekolah tersebut.


''Kunjungan ini untuk melihat sekolah yang telah menjalankan program Bertaraf Internasional selama dua tahun (MAN 2-red), sedangkan kami baru mulai tahun ini di MAN Taluk.'' Ujar Marwan S.Pd, salah seorang guru pembimbing MAN Taluk Kuantan.

Kegiatan Study banding ini diikuti sekitar 30 siswa MAN Taluk Kuantan. Agenda pertama pagi itu diantaranya adalah praktek di labor Biologi dan Fisika dengan pengantar Bahasa Inggris. Menurut Zulkifli S.Pd, Wakil Kurikulum MAN 2 Model, salah satu tujuan pokok dalam kunjungan tersebut adalah mengenai penerapan bilingual sistem (dwibahasa) pada bidang study Fisika, Biologi, Kimia, Matematika dan Ekonomi yang diterapkan di MAN 2 Model dua tahun belakangan ini.

''Kelas Internasional MAN Taluk Kuantan study banding mengenai penggunaan bilingual sistem dalam pembelajaran, dalam hal ini kita langsung melibatkan siswa peserta dalam prakteknya,'' ujar Zulkifli. Selain itu juga diadakan diskusi antara guru-guru MAN 2 dan para peserta study banding dari MAN Taluk Kuantan hingga pukul 11.30 pada Jumat (15/8) itu. (Hendrawan, UIN Suska Riau)

Isra Mieaj MAN 2 ModelSabtu (2/8) lalu Rohani Islam (Rohis) yang bekerjasama dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MAN 2 Model menghelatkan peringatn Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1429 Hijriah di Aula MAN 2 Model Pekanbaru.

Acara yang berlangsung sejak pukul 8.00 WIB ini diisi dengan acara inti berupa ceramah agama mengenai Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Para siswa yang hadir dan beberapa staf pengajar terlihat sangat antusias mendengarkan ceramah kocak nan Islami yang disampaikan oleh Ustadz Pulungan. Bahkan, tidak sedikit dari para siswa tertawa terpingkal-pingkal ketika mendengarkan wejangan sang ustadz yang diselingi dengan humor.

Selain ceramah Agama, ditengah-tengah acara juga dimeriahkan oleh penampilan Grup-grup nasyid dan Rebana asal MAN 2. Namun Atan, Wakil Ketua OSIS MAN 2, menyayangkan terjadinya berbagai masalah sebelum acara dimulai, termasuk masalah audio sistem yang macet.

''Saya sedikit kurang puas, karena masih terjadi masalah pada audio sistem,'' ungkapnya seusai acara. Namun acara tahunan ini tetap berjalan lancar hingga selesai. Acara ditutup dengan penampilan Grup nasyid unik Nada Kerohanian Untuk Semua Umur (NANKATSU) dan diakhiri dengan Doa bersama.

MAN 2 Bentuk Study Club

Drs NurizaSatu lagi trobosan baru dari MAN 2 Model Pekanbaru, dibentuknya Study Club atau kelompok belajar. Study Club ini merupakan sebuah kelompok belajar dari beberapa mata pelajaran unggulan seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, dan Ekonomi dengan tujuan mencari siswa unggul di setiap mata pelajaran tersebut.

Pembentukan Study Club ini bertujuan supaya anggota club siap untuk mengikuti perlombaan-perlombaan sesuai dengan mata pelajaran club yang diikutinya. Seperti yang dikatakan oleh Yogi Adrian, salah seorang anggota Study Club Biologi.

''Ini berguna untuk mengikuti lomba-lomba yang diadakan sekali setahun,'' Ujarnya ketika dimintai pendapatnya pada Sabtu (2/8) lalu di Aula MAN 2 Model.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Drs Nuriza, Pembina Study Club Fisika, anggota dari study ini terdiri dari siswa dan siswi kelas X dan XI. Menurutnya lagi, program ini sudah berjalan dengan baik selama seminggu belakangan.

''Anggota Study Clubnya hanya terdiri dari siswa-siswa kelas X dan XI yang berminat saja. Perkembangan Study Club sampai saat ini berjalan dengan baik,'' terangnya Ketika ditemui setelah acara Isra dan Mir'aj pada Sabtu (2/8) siang lalu.

Setiap Study Club mempunyai seorang Pembina yang berasal dari guru mata pelajaran yang bersangkutan. Seperti kelompok belajar Matematika yang dibina oleh Vetras Humadi S.Pd, Fisika oleh Drs.Nuriza, Bahasa Inggris oleh Hj Sarpani S Pd, Kimia oleh Efni S Pd, Biologi oleh Ermy Hayati S.Pd dan Study Club Ekonomi oleh Ekwanis.

Siswa MAN 2, Akhir Berpisah Dengan Guru

Akhirnya tamat sudah dari jenjang SLTA dan saatnya berpisah dengan guru-guru tercinta. Pose harmonis antara siswa MAN 2 Model dan gurunya diatas menandai perpisahan tapi tidak untuk selamanya..


Suasana UN MAN 2 Model

UN MAN 2 Model
Akhirnya Ujian Nasional itu datang juga!, tapi sobat-sobat MAN 2 Model terlihat tenang dan santai tuh...


Sebelum UN Siswa MAN 2 Berdoa


Ada baiknya sebelum melaksanakan segala sesuatu dengan mengucapkan lafaz basmalah dan berdo'a serta jangan lupa sholat dhuha. Lihat salah seorang siswa MAN 2 Model, berdo'a sebelum UN atau sesudahnya?

Peserta UN MAN 2 Model

UN MAN 2 Model
Inilah sebagian peserta Ujian Nasional MAN 2 Model. Liat cewek semua!, ada Virga terus ada Meta pokoknya yang cerewet lah!


Suasana Sebelum UN MAN 2 Model


Nggak jelas, foto ini diambil sebelum UN atau sedang melaksanakan UN tapi yang jelas tidak aja wajah kepanikan yang diperlihatkan para siswa MAN 2 Model.

Saksi Bisu UN, Masjid Ath - Thalibin MAN 2

Masjid Ath-Thalibin MAN 2 Model Pekanbaru, menjadi salah satu saksi bisu jalannya Ujian Nasional 2008.


Siswa MAN 2 Lagi Ngapain Tuh

Siswa MAN 2 ModelEh, lagi pada ngapain tuh, lagi dengerin sugesti ya . Nggak pa-pa dech biar lancar UN-nya. Semangat ya siswa MAN 2.

Sejarah, MAN 2 Ke Final

Tim Sepak bola MAN 2 Model Pekanbaru mengukir sejarah baru setelah untuk pertama kalinya tembus final kejuaran sepak bola antar pelajar se-kota Pekanbaru.

MAN 2 berhasil melaju ke final setelah menang besar atas SMK Muhammadiyah dengan skor 8-0 pada Jumat (6/6) lalu. Pada pertandingan pembuka MAN 2 Model tampil mengejutkan dengan menumbangkan tim kuat SMAN 12 Pekanbaru dengan skor 2-0, hal ini sangat mengejutkan melihat SMAN 12 merupakan juara MAN 2 Model Cup I yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.


Menurut Ihsan, penajaga gawang MAN 2 kemenangan ini tidak lepas dari semangat kemarahan para pemain dan motivasi yang diberikan oleh Pelatih MAN 2, M Zam S Ag.

''Pak Zam mengatakan jika mau menang kita harus main menyerang, kami juga bersemangat karena piala kami (MAN 2 Model Cup I-red) direbut mereka kemarin,'' terang penjaga gawang PSPS Junior ini. Menurutnya lagi SMAN 12 banyak melakukan blunder pada babak kedua karena lapangan diguyur hujan.

Setelah mengungguli SMAN 12, MAN 2 kembali diuji oleh tim kuat lainnya, SMAN 10 Pekanbaru. Anak-anak MAN 2 sempat kewalahan dan lebih banyak tertekan selama pertandingan. Namun, Dewi Fortuna memihak kepada tim MAN 2, blunder yang dilakukan oleh penajaga gawang tim lawan dapat dimanfaatkan oleh Ryan Dominik hingga MAN 2 lolos ke Semi final dengan skor 1-0.

MAN 2 mendapat lawan ringan di semi final, betapa tidak tim sepak bola MAN 2 berhasil unggul 8-0 berkat gol-gol Ryan, Eko Saputro, Indra dan Yude. di Final bersejarah nanti MAN 2 akan berhadapan dengan SMAN 9 Pekanbaru yang berhasil menundukkan SMAN 2 dipertandingan semi final lainnya.

Pada partai final yang akan dilangsungkan petang ini (8/6) Ihsan dan kawan-kawan tidak memasang target apapun menurut mereka sejak awal mereka hanya memasang target Final dan itu sudah sangat memuaskan. (Hendrawan - FTK UIN Suska Riau)

Nama-nama Siswa MAN 2 Yang Lulus PBUD Unri

Berikut ini merupakan daftar nama-nama siswa/alumni MAN 2 Model yang lulus dalam Penyaringan Bibit Unggul Daerah (PBUD) yang diselenggarakan oleh Universitas Riau (Unri) untuk tahun 2008, semoga bermanfaat.

Rusnita: Jurusan Pariwisata
Rahmat Dinanti: Jurusan Ilmu Hukum
Yona Dwita Sari: Pendidikan Bahasa Jepang
Rahmita Sari: Pendidikan Bahasa Jepang
Yulia Eka Putri: Pendidikan Ekonomi
Husna Sukman: Pendidikan Ekonomi


Mohon maaf jika ada adik-adik yang lulus tapi tidak ditampilkan disini mohon diberi tahu melalui kolom komentar disamping, begitu juga bagi namanya yang salah tulis.

Mungkin tulisan ini sudah basi ya karena sudah terbit Sabtu(24/5) lalu, tapi nggak apa-apa untuk kenang-kenangan. Untuk adik-adik yang lulus selamat da sukses sementara yang masih deg-degan menunggu hasil pengunguman PBUD dari UIN Suska hari ini mohon bersabar dan perbanyak do'a,ok!.

;;